Jumat, 14 Maret 2014

// // Leave a Comment

Detik - Detik Menegankan bagi para Calon Mahasiswa

Kata detik – detik menjadi sangatlah identik bagi para calon Mahasiswa. Terlebih, merupakan nama sebuah judul buku ‘keramat’ bagi mereka. Ya, terlihat horror memang. Terlepas dari itu, waktu yang sekarang tersisa kurang dari 5 bulan menuju Ujian Nasional (UN) tepat pada tanggal 14 – 16 April  2014 dan UN Susulan 22 – 24 April 2014, mereka kan berjuang dan berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Di sisi lain, Perguruan tinggi, baik itu negeri atau luar negeri (swasta) juga sudah mempersiapkan untuk ‘menarik’ calon-calon intelektual muda terbaik bangsa. Beragam seleksi dengan beragam syarat yang dijadikan patokan bagi para calon mahasiswa-nya dari seleksi mandiri hingga nasional.

Jadwal Seleksi Nasional

Jenis Seleksi

Tanggal Pendaftaran

Tanggal Pelaksanaan Ujian

Pengumuman

SNMPTN

3 Februari - 8 Maret 2014

Seleksi Raport

27-Mei-14

SBMPTN

12 Mei - 6 Juni 2014

17 Juni 2014
18-19 Juni 2014 (ujian keterampilan)
16 Juli 2014
UMP-PT
Sekitar Bulan Juli
Sekitar Bulan Juli
Sekitar Bulan Juli
(Dari berbagai sumber)

Buruknya Track record  

Namun, detik – detik ini beberapa kali tercorengi oleh ulah beberapa oknum tak bertanggungjawab nan pragmatis. Melihat sebuah kesuksesan hanya diukur dari sebuah kelulusan belaka. Terpaksa, mereka gunakan cara curang demi hal itu, sungguh memilukan.

Hasil responden berasal dari sekolah negeri (77%) dan sekolah swasta (20%). Para responden mengikuti UN antara tahun 2004-2013.   Dari hasil survei, 75% responden mengaku pernah menyaksikan kecurangan dalam UN. Jenis kecurangan terbanyak yang diakui adalah mencontek massal lewat pesan singkat (sms), grup chat, kertas contekan, atau kode bahasa tubuh. Ada pula modus jual beli bocoran soal dan peran dari tim sukses (guru, sekolah, pengawas) atau pihak lain (bimbingan belajar dan joki) (“Survei UPI: Kecurangan UN Libatkan Guru dan Kepala Sekolah”, Suara Pembaruan, 2 Oktober 2013)

Beberapa persiapan pun sudah dilakukan. Baik oleh siswa maupun sekolah mereka. Beragam les dan Bimbel kebanjiran order, guru – guru sibuk bukan kepalang, dan hampir dipastikan Calon Mahasiswa kepikiran hal itu, walau banyak dari mereka yang melupakan dan meremehkan karena yakin mendapatkan ‘bantuan’ nanti.

Stress hingga ingin bunuh diri

Ujar psikolog UPI, Ifa Hanifah yang dimuat diharian Suara Pembaruan :
“Secara psikologis, mayoritas responden mengaku dihantui rasa ketakutan tidak lulus UN (66%). Bahkan, 95% responden mengaku ingin bunuh diri jika tidak lulus UN.  UN sudah dimaknai sebagai stressor atau pemicu stres, yang membuat siswa menjadi tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan,”

UN Ceria dan Barokah

Ternyata Ujian adalah sebuah hal yang penting. “Sesunguhnya pelaut yang handal takkan lahir dari ombak yang tenang!” dan Niatkan untuk beribadah kepada Allah SWT semata. Dan ingatlah! apapun itu, tentu Allah-kan membalas. Dan bagi para calon Mahasiswa ada sedikit rumus sukses, yaitu

“Rumus Sukses : [Ikhitar + Tawakal = Sukses] “

Tanpa salah satu nya sukses tidak akan dicapai, tentu sukses bukan hanya didunia saja, namun juga diakhirat kelak.  

"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula". (QS. Al Zalzalah [99]: 7-8)


Terakhir, Idealisme dan prinsip adalah kunci untuk menjalani kehidupan ini. Khusus nya bagi para calon Mahasiswa dalam menghadapi ujian nanti nya. Tetap semangat! Semoga Allah SWT selalu memberikan ilmu bermanfaat nya bagi orang-orang yang terus berusaha, aamiin. [Waallahu’alam bis showab] [Imad/artikel/info akademik #1

0 komentar:

Posting Komentar